Buku
Pegawai Negeri Sipil: Lepas dari Partai Politik Terjebak di Pilkada
Kehadiran PNS dalam sistem politik dan kepartaian dalam rangkaian politik praktis telah mewarnai demokrasi di Indonesia. Pada masa Orde Lama, PNS banyak menjadi anggota dan/atau pengurus di berbagai partai politik. Jatuh bangunnya kabinet selalu membawa dampak kepada birokrasi pemerintahan dan PNS. Birokasi menjadi labil, karier PNS serba tidak jelas. Berbanding terbalik di masa Orde Baru dengan tiga partai politik termasuk Golongan Karya (Golkar). Pada masa ini, praktis hampir semua PNS menjadi anggota Golkar. Birokrasi relatif solid, kuat. Birokrasi menjadi salah satu komponen penting untuk mempertahankan dan memperkuat kekuasaan. Setiap Pemilu dimenangkan secara mutlak oleh Golkar. Pelaksanaan pemilu dianggap formalitas karena sudah dapat dipastikan pemenangnya. Setelah reformasi, birokrasi dan PNS bebas dari hiruk pikuk politik praktis dalam setiap pemilu. PNS dilarang menjadi anggota parpol dan dilarang ambil bagian dalam setiap perhelatan politik praktis.
| BH00156 | 658.3 NAI p | Perpus FH Rak (D-4) | Tersedia |
| BH00158 | 658.3 NAI p | Perpus FH Rak (D-4) | Tersedia |
| BH00157 | 658.3 NAI p | Perpus FH Rak (D-4) | Tersedia |
| BH00159 | 658.3 NAI p | Perpus FH Rak (D-4) | Tersedia |
| BH00160 | 658.3 NAI p | Perpus FH Rak (D-4) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain