Buku
Kerja Sama Internasional Melawan Terorisme
Ketika buku ini ditulis, posisi ISIS di pusatnya, Suriah dan Irak, semakin tersudut akibat serangan militer secara kontinu yang dilancarkan pasukan koalisi Barat di bawah koordinasi AS dan negara-negara Eropa, serta pasukan koalisi Pemerintah Suriah, Iran, dan Rusia. Para pengikut ISIS kian tersudut posisinya di wilayah satelitnya, di kawasan Asia Tenggara, setelah kota Marawi direbut oleh angkatan bersenjata Filipina. Tetapi itu bukan berarti ancaman terorisme yang diciptakan ISIS telah berakhir, sebab kampanye dan perekrutan baru tetap berlangsung, begitu juga aksi-aksi terorisme mereka masih dilakukan di berbagai negara. Modus operandi ISIS mengalami perubahan, disesuaikan dengan perkembangan situasi yang tengah mereka hadapi.
| B3919 | 327.117 NAI k | Perpus FH Rak (G-3) | Tersedia |
| BH00026 | 327.117 NAI k | Perpus FH Rak (H-3) | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain