Perpustakaan Hukum Abioso

OPAC Perpus FH, Universitas Krisnadwipayana (UNKRIS)

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of Polisi Mengantar Ayam Hilang: Perspektif Penegakan Hukum Pencucian Uang yang Memberi Harapan, Manfaat, dan Rasa Keadilan

Buku

Polisi Mengantar Ayam Hilang: Perspektif Penegakan Hukum Pencucian Uang yang Memberi Harapan, Manfaat, dan Rasa Keadilan

Agung Setya - Nama Orang;

Hukum telah menjadi bagian penting bagi Demokrasi, namun masih menjadi hal yang abstrak bagi pencari keadilan. Kondisi ini menjadikan hukum sulit menjadi Panglima. Menggali kesadaran para aparatur yang tidak hanya hafal isi hukum di dalam buku-buku yang tersusun rapi di rak buku, namun harus mampu menghidupkan hukum menjadi bagian penting membangun peradaban Indonesia. Menegakkan Hukum Pencucian Uang, memerlukan kesungguhan dalam komitmen dan integritas penegak hukum. Membuang jauh kepentingan dan memfokuskan kemanfaatan hukum menjadi modal dasar. Penegak Hukum yang masih silau dengan materi, aset, dan “barang bukti” mesti menyingkir dari proses penegakan hukum pencucian uang. Betapa berat penegakan hukum yang masih memikul anekdot Hilang ayam lapor Polisi akan menjadi hilang Kambing, Perkara diajukan kepada Jaksa akan hilang Sapi dan setelah perkara diputuskan Hakim akan hilang Kandangnya. Penegak Hukum sendiri yang berkewajiban membuang anekdot itu dengan tindakan nyata dalam penegakan hukum yang bermanfaat bagi masyarakat, memberi rasa keadilan tanpa membebani. Sesuatu yang harus diperjuangkan, dikerjakan dan diwujudkan dengan apa yang disebut Penegakan Hukum Tindak Pidana Pencucian Uang. Aset hasil kejahatan harus diburu sampai lubang semut, untuk dikembalikan kepada yang berhak, yakni korban kejahatan dan negara. Bukankah aset hasil kejahatan itu haram digunakan oleh yang bukan empunya dan negara harus dapat mengelola aset itu untuk kepentingan kemaslahatan yang luas.rn


Ketersediaan
B2096364.168 SET pPerpus FH Rak (C-2)Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
364.168 SET p
Penerbit
Jakarta : Rajawali Pers., 2016
Deskripsi Fisik
xvi, 162 hlm.; 21 cm
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
9789797699345
Klasifikasi
364.168 SET p
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
Ed. 1, Cet. 1
Subjek
-
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Hukum Abioso
  • Informasi
  • Layanan Turnitin
  • Layanan Bebas Pustaka
  • Login Pustakawan
  • Cek Peminjaman
  • Formulir Keanggotaan

Jam Layanan Perpustakaan

Senin s/d Kamis : 09.00 - 16.30 WIB
Jumat : 13.00 - 16.30 WIB
Istirahat : 12.00 - 13.00 WIB
 

Statistik Kunjungan Web

Hari : Minggu : Bulan : Semua :

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
E-Resources yang menarik bagi Anda
  • JDIHN
  • Garuda
  • PNRI
  • One Search
  • Open Library
  • Project Gutenberg
  • DOAJ
  • Scopus
Pencarian Spesifik